(Sharing soal) “Sabar”

       Selamat pagi, tertanggal 28 November 2018 waktu aku ngetik ini udah ujan-ujan romantis gimana gitu, ada derasnya sih sempet hehe jadi pengen doa yang banyak, karena doa ketika hujan kan mustajab #EEAA. Terus keingetan ada yang ngechat minta dibahas soal “sabar”, ku janjiin beliau seminggu tapi kerjaan lagi padat merayap fiuh, kaya jalan aja lagi. Nah, sekarang sempet nih sharing soal sabar, mohon maaf ya lama.

        Afdolnya simak dulu menurut KBBI : sabar/sa·bar/ a 1 tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: ia menerima nasibnya dengan –; hidup ini dihadapinya dengan –; 2 tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: segala usahanya dijalankannya dengan –; (https://kbbi.web.id/sabar)

          Kalau aku baca, ada kata patah hati tetapi mohon tidak baper wkwkwk. Sabar itu mau dicocokin dalam konteks apapun artinya gak akan berubah, intinya orang itu memberikan waktu kepada dirinya untuk memahami keadaan yang sedang dia alami, outputnya yah bisa dengan ndak langsung marah, ndak langsung putus asa, ndak tergesa-gesa, siap menunggu dll. Kesabaran itu sebenernya ndak terbatas, hanya saja sedikit orang yang punya rasa sabar yang luber-luber, karena pada akhirnya akan ada titik batas seseorang menahan/meredam/memahami kesalahan yang sama atau bersabar untuk sesuatu hal yang ndak ada habisnya.

Umur kita aja bisa habis yakan ??

        Ada contoh kasus lain, soal sabar karena dicibir, dijelek-jelekin, dipermalukan. Ini yang bisa nahan beginian asli tingkat setengah dewa, karena aku pribadi kalo udah pada titik dipermalukan atau dijelekin ya sorry aja, lihat orangnya pun aku ndak akan mau. Mohon maaf itu bener-bener butuh waktu untuk menjadikan emosi dan sikap kembali stabil seperti semula. Lhaa saya yang baper bagimana yak.. tapi seriusan kalo kalian tau adab menegur seseorang yang bersalah sekalipun tidak dengan cara disinggung didepan banyak orang, karena setau aku kalo dalam agama ada caranya/ada adabnya. Jadi jangan jadi rendah adab kalian hanya karena ingin menjatuhkan orang lain, itu jadi 1 duri bagi mereka yang ada diposisi terinjak.

        Tapi ada juga nih sabar pada hal yang baik, kaya temen aku yang sekarang sedang menunggu hari sakralnya, dan dia dirundung kegalauan karena merasa lama betul menanti waktu itu datang. Sabar bro. . . kan kalo udah diikat itu usaha meminimalisir resiko gagal dan semoga Tuhan mendatangkan berkah yang berlipat sebagai balasan untuk dirimu yang bersabar. Seperti yang pernah aku dengar, jika kamu ingin bersabar atas sesuatu maka berpuasalah, jaga pandangan, pikiran, hati, dan yang efektif adalah tambah kesibukan atau aktifitas yang bermanfaat. Meski sebenernya itu adalah sebuah pengalihan tetapi jadikan itu hal yang ngasih keuntungan buatmu. Good luck, body!

Memahami kejadian yang kita alami ada beberapa step :

  • yang pertama emosi meluap (redamlah dengan diam),
  • yang kedua mulut ingin berkata kasar (singgunglah bibirmu dengan senyum),
  • yang ketiga nafsu yang menggebu (rilekskan tangan dengan gerakan wajar),
  • yang ke-empat pergi segera ke tempat yang kondusif untukmu mentralkan emosi,
  • yang ke-lima siapin full semangat untuk lakukan hal keren berikutnya. Ini juga yang aku praktekin selama ini, so semangat buat kita semuaaa….

see yaa

Posted in Sharing soal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *