Biar tidak samar. Saya Ayu, Salam Kenal FIM

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.

Salam,

Senang berkenalan dengan teman-teman FIM. Tidak mengapa jika hanya melalui sebuah tulisan di blog ini untuk memperkenalkan diri, saya berharap informasi & kesan yang saya sajikan dapat tersampaikan dengan baik seperti ketika jari jemari saya merangkainya.

Saya Wahyu Putri Sishadi, bisa dipanggil Ayu. Seorang anak ke-2 dari 4 bersaudara yang dilahirkan dari Ibu tercantik bernama Siswati dan Papa tergagah bernama Suhadi. Saya lahir dan besar di Surabaya meski tidak sepenuhnya. 5 tahun merantau di Banjarmasin, dan kembali ke Surabaya di akhir Jauari. Alasan ikut FIM, saya sajikan dibawah, bila berkenan, mari saya ajak berjalan memutar memori film otak saya.

Diawali dengan sedikit kesombongan karena tanggal lahir saya sama seperti orang nomor 1 di Indonesia yaitu Bpk. Soekarno pada tanggal 6 Juni (tahun 1994), membuat saya bangga dan percaya diri. Di umur 4 tahun, saya memulai pendidikan sekolah dasar di SDN Pacar Keling V, berlanjut di SMPN 41, dan memulai berkerudung ketika menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 1. Lepas dari SMK, saya memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan diploma 1 selama 1 tahun di ITS-PAPSI. Lulus dari ITS-PAPSI, saya mengikuti ujian masuk universitas atau biasa disebut SBMPTN, Maha Baik Tuhan meloloskan saya pada pilihan ke-2 yaitu universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kurang lebih 5 tahun saya merantau, dari usia 19 tahun memberanikan diri beradaptasi dengan lingkungan baru, mencoba melamar pekerjaan serta mengikuti organisasi dibidang kesenian kampus, walaupun sedikit mengalami shock culture pada masa awal kuliah tetapi ada saat dimana keluar dari zona nyaman adalah awal dari membuka peluang positif dalam hidup. Merasa beruntung, karena saya tau kebudayaan, bahasa, dan kebiasaan adat suku banjar, serta bonus memiliki teman lintas pulau. Saya mengambil hikmah diri sendiri

“jika tidak karena urusan pendidikan, kapan lagi saya akan menginjakkan kaki saya di pulau orang”.

Menjadi mahasiswi FISIP-jurusan ilmu komunikasi (disingkat ilkom) melatih saya untuk semakin terbiasa dengan retorika/public speaking, pernah menjadi bagian kerjasama ilkom dengan Radio RRI Pro 1 sebagai announcer dan menjadi MC di acara sharing konsentrasi jurusan. Selain itu, saya mengisi waktu dengan organisasi seni yang juga membantu paduan suara acara kampus dan pementasan internal organisasi.

Disinilah kali pertama saya masuk Koran Banjarmasin ketika membawakan sebuah teatrikal tanpa dialog dengan teman-teman oranisasi memperingati hari anti korupsi, dan juga menjadi bagian pada Seminar Internasional sebagai pengisi hiburan dengan tema tarian nusantara yang di adakan di Gedung Mahligai Pancasila. Sedangkan ketika masa pengerjaan tugas akhir/skripsi, saya memilih fokus. Hingga akhirnya saya bekerja dan lulus kuliah, kemudian memilih kembali ke kota kelahiran dan mendapat pekerjaan yang terhitung kurang lebih 5 bulan hingga saat ini dan insyaAllah membuat teman lagi melalui FIM.

Menemukan FIM, berawal saat saya mengobrol dengan teman yang akan menjalani interview test, didukung juga dengan teman yang telah menjadi alumni FIM bernama Widya. Saya coba yakinkan diri saya mengikuti FIM, karena saya ingin mengulang kesempatan untuk memiliki teman bahkan saudara dari segala penjuru Indonesia, bahagianya ketikan banyak memiliki teman maka akan terbuka pintu berkah dari Tuhan atas terjalinnya silaturahim yang insyaAllah juga membuka rezeki (seperti: kebahagiaan dalam kebaikan, kesempatan mendapat link, belajar toleransi, silaturahim yang bermanfaat, dsb). Dari awal mencoba mencari organisasi yang berbasis SDM atau sosial, dan saya tekadkan ikut FIM setelah saya memulai menjadi teman dengar komunitas tuna rungu Surabaya.

Sekian, rangkaian kisah saya sebagai pengantar teman-teman FIM untuk lebih mengenal. Saya masih dalam masa belajar, bukan yang ahli, maka izinkan saya bergabung untuk belajar agar menjadi seseorang yang bisa diandalkan dan bermanfaat untuk orang lain.

Bagaimana memori film saya, tidak begitu membosankan, bukan? Semoga bisa dinikmati

 

Terimakasih,

Salam,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Posted in Strawberry shortcake

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *